6 Penyakit yang Dapat Menyerang Sistem Pencernaan Manusia

Berikut beberapa contoh penyakit yang dapat menyerang sistem perncernaan manusia:
6 Penyakit yang Dapat Menyerang Sistem Pencernaan Manusia
(sumber gambar: apollopharmacy.in)

1. Sembelit (konstipasi)
Sembelit atau konstipasi merupakan gangguan sistem pencernaan di mana terjadi pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dikeluarkan dari tubuh. Pengerasan tinja yang berlebihan ini merupkan akibat absorpsi atau penyerapan air pada feses di usus besar berlebihan.
Beberapa gejala dan tanda sembelit diantaranya yaitu sulit buang air besar, tinja kering, BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu, perut terasa penuh, sakit perut, BAB berdarah atau keluarnya darah setelah BAB, merasa tidak puas setelah BAB atau merasa ada yang tersumbat. Sembelit dapat disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat, kebiasaan menahan buang air besar pada saat normal, atau juga karena stress. Sembelit dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat seperti, minum air putih yang cukup, rajin berolah raga, tidak membiasakan diri menahan buang air besar.

2. Apendisitis (radang usus buntu)
Penyakit yang Dapat Menyerang Sistem Pencernaan Manusia
Apendisitis (sumber:varanasihospital.com)

Appendisitis merupakan gangguan sistem pencernaan yang disebabkan oleh peradangan pada appendiks atau usus buntu, usus buntu sendiri adalah organ berbentuk kantong kecil dan tipis yang terhubung pada usus besar. Peradangan ini ditandai dengan adanya nanah dan pembengkakan pada umbai cacing. Apendisitis paling sering menyerang orang yang berusia 10 sampai 30 tahun.
Apendisitis terjadi ketika usus buntu tersumbat, sering berisi tinja, benda asing, atau kanker. Penyumbatan juga dapat terjadi karena infeksi, karena membengkak dalam menanggapi infeksi di dalam tubuh.
Gejala utama pada penyakit usus buntu adalah sakit perut. Sakit perut yang mengindikasikan penyakit apendisitis biasanya berawal di perut bagian tengah. Awalnya rasa sakit itu akan datang dan pergi. Tetapi kemudian rasa sakit tersebut berpindah ke perut kanan bawah dan akhirnya bertambah parah dan terus menerus terasa sakit. Rasa sakit akan terasa saat batuk atau berjalan. Gejala lainnya yaitu; kehilangan selera makan, mual, pembengkakan perut, demam, dan tidak bisa buang gas(kentut).
Langkah pengobatan standar untuk penyakit usus buntu adalah melalui prosedur operasi pengangkatan usus buntu atau yang dikenal dengan istilah apendektomi. Pengangkatan usus buntu tersebut tidak akan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang karena usus buntu tidak memiliki fungsi yang penting bagi tubuh manusia. Hingga saat ini tidak ada yang benar-benar yakin apa fungsi dari apendiks.

3. Diare
Diare merupakan gangguan sistem pencernaan dimana feses yang keluar dalam bentuk encer. Orang yang mengalami diare biasanya akan buang air besar berkali-berkali disertai rasa mulas, dehidrasi, mual, dan muntah. Diare dapat disebabkan oleh infeksi virus atau juga akibat racun dari bakteri. Selain itu, diare ini juga dapat disebabkan oleh makanan dapat menimbulkan iritasi pada dinding lambung. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat menyebabkan diare.
Salah satu cara untuk mencegah diare adalah dengan membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak lansung dengan benda lain. Air minum yang tercemar adalah penyebab utama infeksi, usahakan meminum air minum yang sudah direbus hingga mendidih agar bakteri penyakit tidak masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kita juga harus selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Menjaga kebersihan toliet merupakan hal yang sangat penting dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit diare.

4. Hemoroid (Wasir)
Hemoroid atau biasa disebut wasir merupakan pembengkakan vena di daerah anus. Hemoroid dapat terjadi pada orang-orang yang sering menderita sembelit. Hemoroid diklasifikasikan ke menjadi 2 yaitu hemoroid internal dan eksternal. hemoroid internal terletak cukup jauh di dalam rektum sehingga tidak dapat terlihat atau dirasakan. Hemoroid eksternal terletak dalam anus dan biasanya menyakitkan
Gejala wasir meliputi rasa gatal-gatal, nyeri, dan pendarahan di anus. Gejala wasir bisa menghilang setelah beberapa hari tanpa penanganan. Hemoroid yang muncul pada masa kehamilan akan menghilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan. Penyebab hemoroid sebenarnya masih tidak jelas. Namun, penyakit ini dihubungkan dengan adanya peningkatan tekanan darah dalam pembuluh darah yang berada di anus dan sekitarnya.

5. Gastritis
Gastritis merupakan gangguan sistem pencernaan akibat lapisan mukosa lambung mengalami peradangan atau iritasi. Orang awam sering menyebut gastritis adalah maag, padahal gastritis pada dasarnya berbeda dari maag. Gastritis adalah peradangan pada bagian mukosa lambung sedangkan  maag sendiri sebenarnya bukan penyakit, melainkan sebagai gejala yang menandakan adanya penyakit tertentu.
Penyebab utama gastritis adalah bakteri yang bernama Helicobacter pylori. Bakteri tersebut dapat ditemukan di makanan atau air yang tercemar. Penyebab lain gastritis yang umum adalah konsumsi alkohol secara berlebihan, penggunaan obat anti-inflamatori non-steroidal (NSAID) dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang (seperti kokain).
Meskipun kebanyakan orang yang menderita gastritis akan menunjukkan gejala, sebagaian lagi tidak menunjukkan gejala sama sekali. Meskipun demikian kita harus waspada jika gejala-gejala seperti nyeri, merasa kenyang meski baru makan sedikit, rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, mual, dan muntah. Jika dinding lambung mengalami perdarahan, dimungkinkan akan memiliki gejala-gejala seperti feses berwarna hitam dan muntah darah atau cairan berwarna pekat.
Pencegahan gastritis dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi alkohol, mengatur stres, mencoba pereda nyeri yang berbeda, dan menghindari makanan yang membuat lambung iritasi. Sedang cara terbaik untuk menghindari bakteri Helicobacter pylori adalah dengan menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan dengan rutin, dan memasak makanan dengan benar. 

6. Cacingan
Cacingan adalah penyakit infeksi cacing atau parasit yang tinggal dalam usus manusia. Cacing yang menetap di usus ini akan bertahan hidup dengan mengambil sari-sari makanan yang masuk ke usus. Setiap cacing akan menunjukkan gejala cacingan yang berbeda-beda. Berikut gejala cacingan berdasarkan jenis cacing yang masuk dalam tubuh:

Gejala cacingan akibat Cacing kremi
Cacing kremi merupakan cacing yang berukuran sangat kecil, pipih, berwarna putih yang akan menginfeksi bagian sistem pencernaan manusia. Gejala infeksi cacing kremi adalah rasa gatal di sekitar daerah anus. Gejala cacingan ini akan memburuk di malam hari ketika cacing kremi biasanya akan keluar dari permukaan tubuh untuk menaruh telurnya di sekitar anus. Cacing biasanya dapat terlihat di feses.

Gejala cacingan akibat Cacing gelang
Organ tubuh yang biasa diserang adalah paru-paru dan usus. Infeksi awal dari cacing ini biasanya tidak ada gejalanya. Gejala akan muncul seiring pertumbuhan cacing yang semakin berkembang. Terdapat dua gejala yang dapat terjadi, tergantung ke bagian tubuh mana cacing itu menginfeksi.
Gejala yang akan muncul saat terjadi infeksi cacing gelang di paru-paru yaitu batuk-batuk, napas terasa semakin pendek, ada darah di dalam mukus, dada terasa tidak nyaman, demam. Sedang gejala yang akan muncul saat cacing ini menyerang bagian usus yaitu mual, muntah, diare, perut terasa tidak nyaman, penurunan berat badan, selera makan menurun, penyumbatan usus sehingga perut bisa terasa nyeri dan terjadi muntah parah

Gejala cacingan akibat Cacing tambang
Cacing tambang termasuk parasit masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk telur atau larva yang berada pada tempat yang terkontaminasi feses. Kebiasaan bertelanjang kaki dan menginjak tempat-tempat terkontaminasi akan sangat memudahkan larva atau telur cacing tambang masuk ke kulit.
Saat masuk pertama kali menembus kulit, larva cacing akan membuat gatal dan ruam. Selanjutnya orang akan mengalami diare setelah merasa gatal dan ruam sebagai akibat dari pertumbuhan parasit ini di dalam usus. Gejala lain yang akan muncul adalah: kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan, anemia, demam

Gejala cacingan akibat cacing pita 
Cacing pita adalah salah satu jenis parasit dari kelompok tapeworm. Cacing pita akan menginfeksi usus manusia. Saat awal cacing pita masuk ke dalam tubuh manusia, tidak ada gejala cacingan yang muncul. Meski demikian, lama-lama pertumbuhan telur cacing di dalam tubuh akan menimbulkan berbagai gejala seperti: sakit perut, muntah dan mual, merasa lemas, diare, penurunan berat badan, perubahan selera makan, kesulitan tidur, diduga akibat gejala-gejalanya, pusing.

Cacingan dapat ditangani dengan rutin minum obat cacing setiap enam bulan sekali dengan dosis yang sesuai anjuran.


Setelah mengetahui beberapa contoh penyakit yang dapat menyerang sistem pencernaan diatas, kita harus lebih bisa menjaga kesehatan pencernaan melalui pola hidup sehat seperti makan teratur, rajin berolahraga, dan selalu menjaga kebersihan.
Previous
Next Post »