Organ-organ Penting dalam Sistem Pernapasan Manusia

Sistem Pernapasan Manusia
Organ-organ Penting dalam Sistem Pernapasan Manusia
Sistem pernapasan Manusia (sumber: thoughtco.com)

Sistem pernapasan pada manusia meliputi semua struktur yang menghubungkan udara ke dan dari paru-paru. Sistem pernapasan berfungsi untuk menyediakan oksigen bagi sel-sel tubuh sekaligus mengeluarkan gas karbon dioksida. Oksigen digunakan oleh sel-sel tubuh agar mampu bertahan hidup, sedang karbon dioksida merupakan sisa metabolisme tubuh. Organ pernapasan utama manusia berupa paru-paru. Selain paru-paru, sistem pernapasan manusia juga terdiri dari organ-organ lain.

Berikut adalah organ-organ yang berperan dalam sistem pernapasan pada manusia.
Organ-organ Penting dalam Sistem Pernapasan Manusia
Organ-organ sistem pernapasan manusia(sumber: opentextbc.ca)
1. Hidung
Hidung merupakan alat pernapasan yang terletak di luar dan tersusun atas tulang rawan. Udara yang akan masuk ke dalam paru-paru pertama kali akan masuk melalui hidung terlebih dahulu. Sekitar 15.000 liter udara setiap hari akan melewati hidung.  Selain sebagai alat pernapasan, hidung juga berfungsi sebagai indra pembau.
Organ-organ Penting dalam Sistem Pernapasan Manusia
Anatomi hidung manusia (sumber: britannica.com)

Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung memiliki rambut, banyak kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. Rongga hidung dibagi menjadi dua bagian oleh septum nasalis, yaitu bagian kiri dan kanan.  Bagian depan septum ditunjang oleh tulang rawan, sedangkan bagian belakang ditunjang oleh tulang vomer dan tonjolan tulang ethmoid. Bagian bawah rongga hidung dibatasi oleh tulang palatum, dan maksila. Bagian atas dibatasi oleh ethmoid, bagian samping oleh tulang maksila, konka nasalis inferior, dan ethomoid sedangkan bagian tengah dibatasi oleh septum nasalis.
Pada dinding lateral terdapat tiga tonjolan yang disebut konka nasalis superior, konka media dan konka inferior. Melalui celah-celah pada ketiga tonjolan ini udara inspirasi akan dipanaskan oleh darah di dalam kapiler dan dilembapkan oleh lendir yang disekresikan oleh sel goblet. Bagian atas dari rongga hidung terdapat daerah olfaktorius, yang mengandung sel-sel pembau. Sel-sel ini berhubungan dengan saraf otak pertama (nervus olfaktorius).
 Pada pangkal rongga mulut yang berhubungan dengan rongga hidung terdapat suatu katup yang disebut anak tekak. Saat menelan makanan anak tekak ini akan terangkat ke atas menutup rongga hidung sehingga makanan tidak dapat masuk ke dalam rongga hidung.

Fungsi hidung dalam sistem pernapasan antara lain seperti berikut.
a. Membersihkan Udara
Dengan adanya lendir yang terdapat pada hidung, ternyata dapat menjerat kotoran atau kuman yang berhasil lolos dari saringan. Selain itu, di dalam rongga hidung juga terdapat bulu-bulu getar, yang berfungsi sebagai penyaring udara.
b. Melembapkan Udara
Hidung mensekresikan lendir, bahkan setiap harinya lendir yang diekskresikan mencapai ± 1 liter. Dengan adanya lendir tersebut, maka air akan diuapkan untuk melaksanakan proses pelembapan udara tersebut, sehingga udara yang masuk ke paru-paru akan dalam keadaan lembap.
c. Menghangatkan Udara
Hidung juga berfungsi menghangatkan udara. Hal ini didukung oleh struktur pembuluh darah yang ada di sekitar hidung. Di sekitar rongga hidung terdapat banyak sekali pembuluh darah yang sangat kecil dan sangat tipis dindingnya. Struktur tersebut membantu proses perpindahan panas dari pembuluh darah ke udara, sehingga udara yang melewatinya akan menjadi lebih hangat. Udara harus dihangatkan karena suhu udara yang masuk ke dalam paru-paru harus mendekati suhu darah.

Berdasarkan hasil pengamatan, bernapas menggunakan hidung lebih baik daripada mulut. Hal tersebut tidak terlepas dari kelengkapan sistem yang terdapat di dalam hidung. Hidung ini dapat mengolah udara yang masuk ke paru-paru agar menjadi nyaman. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, hidung dapat mengatur suhu udara, kelembapan dan kebersihan udara yang akan masuk ke paru-paru. Kualitas udara yang baik akan membuat paru-paru lebih sehat.

2. Faring
Setelah melalui rongga hidung, udara akan melewati faring. Faring merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dengan hidung ke tenggorokan. Jadi Faring merupakan persimpangan jalan masuk udara dan makanan.

3. Laring
Organ-organ Penting dalam Sistem Pernapasan Manusia
Sistem pernapasan manusia bagian atas(sumber: antranik.org)

Laring merupakan saluran pernapasan yang membawa udara menuju trakea. Laring terdiri atas tulang rawan yang membentuk jakun. Laring juga biasa disebut pangkal tenggorok atau kotak suara Jakun tersusun atas tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala tulang rawan, dan gelang tulang rawan. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorokan (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, epiglotis melipat ke bawah menutupi laring sehingga makanan tidak dapat masuk dalam laring. Sementara itu, ketika bernapas epiglotis akan membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara atau lebih dikenal dengan pita suara.

4. Trakea
Setelah melewati laring, udara akan memasuki trakea. Trakea (batang tenggorokan) merupakan pipa yang panjangnya kira-kira 9 cm. Trakea tersusun atas enam belas sampai dua puluh cincin-cincin tulang rawan yang berbentuk C. Cincin-cincin tulang rawan ini di bagian belakangnya tidak tersambung yaitu di tempat trakea menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan agar trakea tetap terbuka. Cincin-cincin tulang rawan diikat bersama oleh jaringan fibrosa, selain itu juga terdapat beberapa jaringan otot. Trakea dilapisi oleh selaput lendir yang dihasilkan oleh epitelium bersilia. Silia-silia ini bergerak ke atas ke arah laring sehingga dengan gerakan ini debu dan butir-butir halus lainnya yang ikut masuk saat menghirup napas dapat dikeluarkan.
Trakea memanjang ke bawah dan ujungnya bercabang dua yang disebut bronkus menuju paru-paru kiri dan kanan. Apabila pada bagian ini kemasukan debu akibatnya terjadi penyempitan pada saluran pernapasan sehingga menyebabkan seseorang sukar bernapas. Itulah sebabnya seseorang akan merasa bersin jika saluran pernapasan kemasukan benda asing yang mengganggu pernapasan.

5. Bronkus dan Bronkiolus
Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan yang jumlahnya sepasang, yang satu menuju ke paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju ke paru-paru kiri. Tempat percabangan ini disebut bifurkase. Bronkus mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronkus yang ke kiri lebih panjang dan sempit serta kedudukannya lebih mendatar daripada yang ke kanan. Hal ini merupakan salah satu sebab mengapa paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit. Bronkus sebelah kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus, sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Bronkus kemudian bercabang lagi sebanyak 20–25 kali percabangan membentuk bronkiolus. Pada ujung bronkiolus inilah tersusun alveolus yang berbentuk seperti buah anggur.
Pada seseorang yang menderita asma bagian otot-otot bronkus ini berkontraksi sehingga akan menyempit. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya lebih banyak benda asing yang menimbulkan reaksi alergi. Akibatnya penderita akan mengalami sesak napas. Sedangkan pada penderita bronkitis, bagian bronkus ini akan tersumbat oleh lendir.
Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus, dindingnya lebih tipis dan salurannya lebih kecil. Semakin kecil salurannya, semakin berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrosa dengan lapisan silia. Setiap bronkiolus terminal (terakhir) bermuara ke dalam seberkas kantung-kantung kecil mirip anggur yang disebut alveolus.

6. Paru-Paru
Paru-paru merupakan alat pernapasan utama manusia. Paru-paru tersusun atas dua bagian, yaitu paru-paru kanan dan kiri.  Paru-paru kanan berukuran lebih besar daripada paru-paru kiri. Berat paru-paru kanan sekitar 620 gram, sedangkan paru-paru kiri sekitar 560 gram. Pada paru-paru kanan terdapat tiga bronkiolus, sedangkan paru-paru kiri terdapat 2 bronkiolus. Paru-paru terletak dalam rongga dada. Letaknya di sebelah kanan dan kiri serta di tengahnya dipisahkan oleh jantung. Jaringan paru-paru mempunyai sifat elastik, berpori, dan seperti spon.
Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus. Setiap lobus tersusun atas lobula. Paru-paru dilapisi oleh selaput atau membran serosa rangkap dua disebut pleura. Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat eksudat untuk meminyaki permukaannya sehingga mencegah terjadinya gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang bergerak saat bernapas. Tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil daripada tekanan udara luar (± 3–4 mmHg).
Di dalam paru-paru ini bronkiolus bercabang-cabang lagi membentuk gelembung udara yang disebut alveolus. Alveolus ini memiliki dinding yang elastis dan banyak mengandung kapiler darah, di situlah terjadinya pertukaran udara secara proses difusi, pertukaran yang terjadi yaitu gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke udara. Sel-sel darah yang telah mengikat oksigen mengalir ke jantung dan kemudian oleh jantung dipompa keseluruh tubuh.
Adanya alveolus ini mengakibatkan struktur paru-paru seperti kasur busa yang memiliki rongga-rongga atau kantung kecil. Jumlah alveolus dalam paru-paru mencapai ratusan juta, sehingga dapat memperluas permukaan paru-paru. Pada usia 8 tahun, jumlah alveolus seseorang tidak akan mengalami penambahan jumlah. Struktur alveolus menyerupai setangkai buah anggur, dan sel-selnya bersifat lentur sehingga akan mudah mengembang dan mengempis untuk menarik dan menghembuskan napas. Kantong-kantong ini bersifat lentur karena dilumasi satu zat yang disebut surfaktan.

Sesuai dengan penjelasan mengenai proses pernapasan pada manusia di atas, maka jalur udara pernapasan untuk menuju sel-sel tubuh dapat di sederhanakan sebagai berikut.
rongga hidung → faring → laring → trakea → bronkus bronkiolus alveolus → sel-sel tubuh.
Previous
Next Post »