Ciri dan Reproduksi Porifera

Filum Porifera

Porifera merupakan hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera sulit dikenali sebagai hewan sehingga banyak yang keliru mengidentifikasi Porifera sebagai tanaman laut. Filum Porifera sering disebut juga dengan hewan spons. Porifera tidak memiliki kepala atau anggota badan lain layaknya hewan. Tubuh Porifera dihubungkan oleh saluran-saluran. Saluran-saluran tersebut terbuka di ujungnya dan membentuk pori-pori. Pori-pori inilah yang menjadikan filum ini disebut filum Porifera. Porifera sendiri berasal kata porus yang memiliki arti lubang kecil dan faro yang memiliki arti mengandung atau membawa.  Jadi Porifera dapat diartikan sebagai hewan yang tubuhnya memiliki lubang-lubang kecil.
 
contoh porifera
wikipedia.org
Sebagain besar  habitat porifera adalah di air laut. Spesies porifera ada sekitar 10.000 jenis. Spesies tersebut bervariasi dalam hal bentuk, ukuran, dan warna. Porifera termasuk ke dalam hewan sessile , yaitu hewan yang hidup melekat pada substrat. Porifera biasanya dikelompokkan berdasarkan materi yang ditemukan di dalam rangkanya. Porifera yang terkenal adalah bunga karang yang memiliki serat fleksibel dalam mesenkimnya. Serat tersebut dibuat dari protein yang disebut spongin.

Ciri-Ciri Porifera

Porifera merupakan metazoa, permukaan tubuhnya berpori, dan hidup dalam air, terutama di laut. Bentuk tubuh seperti vas bunga atau tabung. Pada umumnya tubuh Porifera asimetrik (tidak memiliki bidang pembelahan yang sama besar) akan tetapi beberapa Porifera memiliki tubuh simetri radial. Dilihat dari jumlah lapisan jaringan embrionalnya Porifera tergolong diploblastik. Porifera merupakan hewan yang memiliki jaringan primitif dan belum memiliki organ.

Ciri-ciri Porifera memiliki empat tipe sel dasar yang terorganisasi menjadi dua lapisan tubuh. Lapisan yang paling luar disebut epidermis. Pada lapisan epidermis porifera terdapat sel-sel silindris yang disebut porosit. Fungsi dari porosit adalah membuat air dapat masuk ke rongga tubuh Porifera. Di bagian dalam epidermis terdapat material seperti jeli yang disebut mesenkim. Di dalam mesenkim terdapat struktur yang disebut spikula. Spikula memiliki dua fungsi, yaitu memberi bentuk pada sel, dan melindungi Porifera dari predatornya. Bagian dalam rongga tubuh Porifera dilapisi jaringan yang terdiri atas sel-sel berflagel yang disebut sel kolar. Sel kolar menyaring partikel-partikel makanan, seperti alga dan sisa-sisa bahan-bahan organik dari air. Tipe sel yang terakhir dari Porifera adalah sel-sel yang mirip dengan Amoeba. Sel-sel ini disebut sel amoebosit yang dapat bergerak menggunakan pseudopodia. Amoebosit memiliki beberapa fungsi, seperti mencari partikel-partikel makanan dari sel-sel kolar ke sel-sel epidermal dan porosit.

Pori-pori yang terdapat di permukaan tubuh disebut ostium, merupakan celah tempat masuknya air yang membawa zat makanan. Pori tersebut berlanjut ke rongga tubuh yang disebut spongosoel atau atrium. Bila air yang masuk ke spongosoel membawa zat makanan, zat-zat ini akan dialirkan dan selanjutnya dicerna oleh sel-sel koanosit, sisanya dibuang kembali ke spongosoel yang akhirnya akan dibuang ke luar tubuh melalui lubang oskulum.

Tiga tipe saluran air pada porifera:
1) Tipe asconoid: ostium dihubungkan ke spongosoel oleh saluran lurus.
2) Tipe syconoid: ostium dihubungkan ke spongosoel oleh saluran yang bercabang-cabang.
3) Tipe leuconoid/rhagon: ostium dihubungkan oleh saluran bercabang-cabang ke suatu rongga yang tidak berhubungan langsung dengan spongosoel.

Reproduksi Porifera

Porifera dapat bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual. Porifera termasuk kedalam hewan hermafrodit karena memiliki dua alat kelamin dalam tubuhnya. Jadi dalam satu organisme porifera dapat memproduksi baik sel telur maupun sperma. Sel telur dan sel sperma diproduksi oleh amoebosit atau sel-sel kolar melalui meiosis. Pembuahan pada Porifera terjadi di luar tubuh atau disebut pembuahan luar. Hasil pembuahan menghasilkan zigot yang akan membelah dan membentuk larva berflagel. Larva berflagel menempel pada substrat yang cocok maka akan tumbuh membentuk spons dewasa. Spons memiliki daya regenerasi yang besar. Dengan cara ini spons dapat menggantikan bagian-bagian tubuhnya yang hilang.

Sedangkan secara  aseksual, Porifera bereproduksi dengan cara bertunas. Cara reproduksi aseksual lainnya adalah dengan memproduksi amoebosit yang dikelilingi oleh suatu "dinding". Struktur ini dinamakan gemule. Gemule dapat bertahan di cuaca yang sangat dingin atau di musim dingin. Pada saat musim semi, dinding gemule terurai dan amoebosit berdiferensiasi menjadi individu baru.

Contoh Porifera
Contoh Hewan Porifera:
Spongia sp, Sycon sp, Grantia sp, Leucosolenia sp.
Pheronema sp, Euplectella sp, Hyalonema sp.
Euspongia sp, Spongilla sp, Euplexaura antipathies

Klasifikasi Porifera

Menurut bahan penyusun spikulanya, Porifera dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu:
1. Calcarea, spikula tersusun dari zat kapur/kalsium, tipe saluran airnya asconoid. Contohnya Grantia sp, Leucosolenia sp.
2. Hexactinellida, spikula tersusun dari silikat/kersik, tipe saluran airnya sycon. Contohnya Pheronema sp, Euplectella sp, Hyalonema sp.
3. Demospongia, rangka terdiri dari spikula kersik dan/ atau spongin. Tersusun dari zat kersik atau serabut songin, tipe saluran airnya sycon atau leucon. Contohnya Euspongia sp, Spongilla sp, Euplexaura antipathies (akar bahar).

Manfaat Porifera

Sisa spons dari Spongilla sp, maupun Euspongia sp dapat dimanfaatkan sebagai spons penggosok mandi, atau spons penggosok untuk membersihkan kaca. 
Previous
Next Post »