Hubungan Sistem Saraf, Sistem Endokrin dan Sistem Indra

Sistem koordinasi Manusia

Aktivitas yang kita  lakukan dalam kehidupan sehari-hari merupakan hasil koordinasi dari beberapa organ. Misalnya, aktivitas membaca. Ketika membaca, mata akan menangkap rangsang yang berupa tulisan atau gambar. Rangsangan tadi selanjutnya akan diteruskan ke otak untuk diolah dan muncullah suatu pengertian sehingga kita  paham tentang maksud tulisan atau gambar yang telah kita  baca tersebut.

Semua kegiatan dan kerja alat-alat dalam tubuh kita diatur dalam sistem koordinasi. Sistem ini terbagi atas dua bagian, yaitu melalui sistem saraf dan hormon. Interaksi keduanya melibatkan sistem indra di dalam tubuh. Pengaturan sistem saraf diatur oleh urat saraf sedangkan pengaturan sistem hormon melalui darah. Jadi Sistem Saraf, Sistem Endokrin dan Sistem Indra saling bekerja sama untuk mengatur kegiatan dan kerja alat-alat dalam tubuh kita.

A. Sistem saraf
Sistem saraf merupakan sistem yang menyebabkan kita dapat berbicara, tertawa, berlari, duduk, bekerja, dan melakukan serangkaian kegiatan lainnya yang berlangsung secara harmonis. Sistem saraf menjaga denyut jantung terus berdetak dan paru-paru terus bernapas ketika kita sedang tidur. Bahkan perasaan sedih dan bahagia pun ada kaitannya dengan sistem saraf.

Sistem saraf mempunyai dua fungsi yaitu sebagai penerima dan penghantar rangsang ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan tanggapan terhadap rangsang tersebut. Sel saraf yang menerima rangsang disebut reseptor. Reseptor dapat dibedakan menjadi eksteroseptor dan interoseptor. Fungs eksteroseptor adalah untuk menerima rangsang dari luar tubuh sedangkan interoseptor berfungsi menerima rangsang dari dalam tubuh.

Rangsang yang berasal dari luar tubuh dapat berupa bau, rasa (pahit, manis), sentuhan, cahaya, suhu, tekanan atau gaya berat. Rangsang dari dalam tubuh berupa rasa lapar, kenyang, sakit, dan lelah. Penyusun sistem saraf  adalah sel saraf (neuron). Sel saraf yang mengirimkan tanggapan rangsang disebut efektor. 

Susunan Sistem Saraf
Susunan sistem saraf manusia dapat dijelaskan lewat skema sistem saraf berikut:

Skema Susunan Sistem Saraf Manusia


1. Sistem Saraf Sadar
Sistem saraf pada manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar. Sistem saraf sadar dibedakan lagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat berfungsi mengatur dan mengendalikan sistem koordinasi.

a. Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum.
Bagian luar otak dan sumsum diselubungi oleh selaput meninges.
Selaput meninges tersusun dari:
a) Duramater, yaitu selaput terluar yang kuat dan melekat pada tulang tengkorak dalam.
b) Arakhnoid, lapisan ini menyerupai sarang laba-laba.
c) Piamater, merupakan lapisan paling tipis dan paling dalam dari selaput meninges. Selaput ini mengandung banyak sel darah.
d) Ruang subarakhnoid, yaitu ruang yang berisi cairan pelindung yang disebut serebrospinal.

Di dalam otak terdapat cairan serebrospinal. Cairan ini berfungsi untuk melindungi dan menghantar zat makanan ke jaringan sistem saraf pusat, menahan goncangan, dan menjaga agar bagian otak mempunyai tekanan yang sama.

b. Sistem Saraf Tepi (Sistem Saraf Perifer)
Sistem saraf tepi berfungsi menyampaikan informasi ke dan dari pusat pengatur. Sistem saraf tepi pada dasarnya terdiri dari lanjutan sel saraf. Sel-sel saraf ini berfungsi membawa impuls saraf atau rangsang saraf menuju dan dari sistem saraf pusat.

2. Sistem Saraf Tidak Sadar (Otonom)
Saraf otonom adalah Saraf yang mengendalikan gerak organ-organ dalam (visceral) secara otomatis. Sistem saraf ini bekerja tanpa disadari, secara otomatis, dan tidak di bawah kehendak saraf pusat. Contoh gerakan tersebut misalnya denyut jantung, perubahan pupil mata, gerak alat pencernaan, pengeluaran keringat, dan lain-lain. Kerja saraf otonom sedikit banyak juga dipengaruhi oleh hipotalamus di otak.  Apabila hipotalamus dirangsang, maka akan berpengaruh terhadap gerak otonom seperti contoh yang telah diambil, antara lain mempercepat denyut jantung, melebarkan pupil mata, dan menghambat kerja saluran pencernaan. Sistem saraf otonom ini dibedakan menjadi dua yaitu sistem Saraf Simpatik dan Sistem Saraf Parasimpatik

B. Sistem Endokrin
Sistem koordinasi selain meliputi sistem saraf juga meliputi sistem hormon yang disekresi oleh kelenjar endokrin. Oleh karenanya, sistem koordinasi ini disebut juga neuroendokrin. Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu karena tidak memiliki saluran khusus sehingga hormon yang dikeluarkan akan masuk dalam peredaran darah dan mempengaruhi organ-organ tertentu

Hormon adalah senyawa protein atau senyawa steroid berupa getah yang disekresikan oleh kelenjar endokrin. Hormon bekerja sama dengan sistem saraf berfungsi mengatur pertumbuhan, keseimbangan internal reproduksi, dan tingkah laku.

C. Sistem Indra
Indra merupakan alat tubuh dapat menangkap rangsang karena memiliki ujung saraf sensorik tertentu disebut. Penerima rangsang pada indra sangat spesifik terhadap macamnya rangsang. Penerima rangsang tersebut antara lain:
1. eksteroseptor : penerima rangsang dari luar,
2. interoseptor : penerima rangsang dari dalam tubuh,
3. proprioseptor : penerima rangsang yang berada dalam otot.

Berdasarkan jenis rangsangan yang diterimanya, reseptor  dapat dibedakan menjadi:
1. Fotoreseptor, penerima rangsang cahaya.
2. Kemoreseptor, penerima rangsang zat kimia.
3. Mekanoreseptor, menerima rangsang fisik, misalnya sentuhan.
4. Audioreseptor, penerima rangsang suara.
5. Termoreseptor, penerima rangsang panas/temperatur.

Macam-macam Indra
5 macam alat indra pada tubuh manusia, yaitu
Indra penglihat, organ yang berperan adalah mata
Indra pendengar, organ yang berperan adalah telinga
Indra peraba dan perasa, organ yang berperan adalah kulit
Indra pencium/pembau, organ yang berperan adalah hidung

Indra pengecap, organ yang berperan adalah lidah
Previous
Next Post »