3 Jenis Perubahan Entalpi


Entalpi dan Perubahannya

perubahan Entalpi

Entalpi (H) adalah jumlah energi yang dimiliki sistem pada tekanan tetap. Kita tak dapat mengukur entalpi secara langsung, tetapi yang diukur adalah perubahan entalpi (∆H). Perubahan entalpi adalah banyaknya kalor yang dilepaskan atau yang diserap oleh sistem pada tekanan tetap atau juga bisa disebut sebagai panas reaksi pada tekanan tetap
Perubahan entalpi dari reaksi yang diberi dengan simbol  ∆H, dan persamaannya dapat dituliskan:

∆ H  = Hakhir  -  Hawal

Kita tak dapat mengukur entalpi secara langsung, tetapi yang diukur adalah perubahan entalpi. ini disebabkan karena jumlah energi dari sistem termasuk jumlah dari semua energi kinetik dan energi potensialnya. Jumlah energi total ini tidak dapat diketahui, karena kita tidak mengetahui secara pasti berapa kecepatan pergerakan molekul-molekul dari sistem dan juga berapa gaya tarik menarik dan tolak menolak antara molekul dalam sistem tersebut.

Besarnya ∆H untuk suatu reaksi tertentu tergantung dari berapa tekanan pada sistem saat itu, sehingga bila kita ingin membandingkan harga ∆H untuk berbagai reaksi, reaksi-reaksi tersebut harus diukur pada tekanan yang sama. Standar satuan yang dipakai adalah 1 standard atmosfir atau  1Atm, yang secara kasar sesuai dengan harga rata-rata tekanan di daerah pantai. Harga ini biasanya dipilih sebagai acuan tekanan untuk pengetahuan perubahan entalpi.

Perubahan Entalpi Standar (H°)

Perubahan entalpi standar (∆H°) adalah perubahan entalpi (∆H) reaksi yang diukur pada kondisi standar, yaitu pada suhu 298 K dan tekanan 1 atm. Satuan ∆H adalah kJ dan satuan ∆H molar reaksi adalah kJ/mol.

1. Entalpi Pembentukan Standar (Hf° = Standard Enthalpy of Formation)
Entalpi pembentukan standar adalah ∆H untuk membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsur-unsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.
Contoh:
H2(g) + ½ O2(g) ⎯⎯→H2O(l) Hf° = –285,85 kJ
Koefisien 1 berarti 1 mol H2O Artinya, pada pembentukan 1 mol H2O dari unsur hidrogen dan unsur oksigen dibebaskan energi sebesar 285,85 kJ (tanda negatif pada Hf berarti dibebaskan energi atau reaksi eksoterm).

2. . Entalpi Penguraian Standar (Hd° = Standard Enthalpy of Dissosiation)
Entalpi penguraian standar adalah H dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsur-unsurnya (adalah kebalikan dari H pembentukan). Sesuai dengan asas kekekalan energi, maka nilai entalpi penguraian sama dengan entalpi pembentukannya, tetapi tandanya berlawanan.           

3. Entalpi Pembakaran Standar (Hc° = Standard Enthalpy of Combustion)
Entalpi pembakaran standar adalah perubahan entalpi (∆H) untuk pembakaran sempurna 1 mol senyawa atau unsur dengan O2 dari udara, yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. Satuan ∆Hc° adalah kJ/mol. Pembakaran dikatakan sempurna jika:
1. karbon (C) terbakar sempurna menjadi CO2
2. hidrogen (H) terbakar sempurna menjadi H2O
3. belerang (S) terbakar sempurna menjadi SO2
4. senyawa hidrokarbon (CxHy) terbakar sempurna menurut reaksi:
CxHy + O2 ⎯⎯→CO2 + H2O (belum setara)


Previous
Next Post »