Cara Tumbuhan Paku Berkembang Biak


Tumbuhan Paku (Pteridophyta)


foto tumbuhan paku

Tumbuhan paku adalah anggota tumbuhan berpembuluh tidak berbiji. Tumbuhan paku juga dikenal dengan nama pakis. Tumbuhan paku termasuk ke dalam tumbuhan kormus (Cormophyta) karena sudah mempunyai akar, batang, dan daun sejati, juga telah memiliki jaringan pengangkut xilem dan floem yang terdapat pada daun, batang, dan akarnya. Akar pada paku bersifat seperti serabut yang ujungnya dilindungi oleh kaliptra (tudung akar). Sebagian besar tumbuhan paku mempunyai Batang tumbuhan yang tumbuh di dalam tanah disebut  rhizoma. Akan tetapi, ada pula yang memiliki batang di permukaan tanah yang bercabang, seperti pada Cyathea.

Daun pada tumbuhan paku dapat diamati dengan jelas. Daun Pteridophyta mulai tumbuh dari rhizoma. Daun paku muda ujungnya selalu menggulung. Tumbuhan berpembuluh tidak berbiji memiliki dua macam jenis daun, yaitu daun steril atau daun yang tidak mengandung spora (tropofil), dan daun fertil atau daun yang mengandung spora (sporofil). Daun steril adalah daun yang tidak ada bintil-bintil hitam(spora)di permukaan bawah daunnya.. Daun ini disebut juga daun mandul. Daun steril berfungsi untuk fotosintesis. Daun fertil adalah daun paku yang di permukaan bawah daunnya terdapat bintil-bintil kehitaman. Daun ini disebut juga daun subur. Daun penghasil spora biasanya juga dapat berfungsi untuk fotosintesis, daun semacam ini disebut troposporofil. Bintil-bintil kehitaman yang terletak di permukaan bawah daun fertil adalah kumpulan sporangium yang disebut sorus.
 
gambar bagian bawah daun tumbuhan paku
sumber: wikipedia.org
Selain terdapat pada sorus, sporangium juga terkumpul pada strobilus dan sporokarpium. Strobilus ini merupakan sporangium yang membentuk struktur seperti kerucut. Terdapat beberapa bentuk spora pada paku yakni, paku homospora, paku heterospora, dan paku peralihan. Paku homospora menghasilkan spora dengan jenis dan ukuran yang sama, contohnya paku kawat (Lycopodium sp.).

Habitat tumbuhan paku bermacam-macam. Ada yang di tanah atau batu, ada yang epifit pada pohon lain, ada yang hidup di air, tempat yang lembap (higrofit), atau di atas sampah atau sisa tumbuhan atau hewan (saprofit). Akan tetapi pada umumnya tumbuhan paku menyukai tempat yang teduh dengan tingkat kelembaban udara yang tinggi.

Berdasarkan jenis sporanya, tumbuhan paku dibedakan menjadi tumbuhan paku homospora, heterospora dan peralihan homosporaheterospora. Tumbuhan paku homospora menghasilkan spora dengan ukuran sama yang tidak dapat dibedakan antara spora jantan dan betina, misalnya Lycopodium sp. (paku kawat).
.                                                   

Cara Tumbuhan Paku Berkembang Biak


Cara perkembangbiakan tumbuhan paku yang utama adalah melalui spora. Spora dihasilkan pada sporangium. Banyak sporangium terkumpul dalam satu wadah yang disebut sorus, yang dilindungi oleh suatu selaput indusium. Tumbuhan paku dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Seperti pada tumbuhan lumut, daur perkembangbiakan tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis.
 
gambar siklus hidup tumbuhan paku
metagenesis tumbuhan paku
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan menggunakan rizom atau pertunasan dan secara seksual terjadi secara pergiliran keturunan antara dua generasi. Pergiliran keturunan pada tumbuhan paku terjadi secara bergantian antara generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit adalah tumbuhan paku itu sendiri, yaitu tumbuhan paku (sporofit) yang menghasilkan spora. Tumbuhan paku (sporofit) dapat tumbuh dan bertunas melakukan perkembangbiakan secara aseksual. Spora yang dikeluarkan dari sporangium dan jatuh di tempat yang sesuai akan berkembang menjadi protalium.

Protalium adalah gametofit pada tumbuhan paku. Protalium berumur lebih pendek daripada sporofit. Protalium berbentuk seperti jantung, berwarna hijau, dan melekat pada subtratnya dengan rizoid. Ukuran protalium hanya beberapa sentimeter saja. Protalium akan berkembang menjadi anteridium dan arkegonium. Anteridium menghasilkan sperma, sedangkan arkegonium menghasilkan ovum.

Ovum dan spermatozoid dengan  media air akan bertemu, lalu melebur. Peleburan sperma dan ovum menghasilkan zigot. Zigot akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang diploid. Tumbuhan paku dewasa akan menghasilkan spora. Spora akan tumbuh lagi menjadi protalium dan begitu seterusnya hingga berulang siklus pergiliran keturunan. Kebanyakan tumbuhan paku (Filicinae) mempunyai spora dengan sifat-sifat yang sama dan setelah berkecambah, menghasilkan protalium yang mempunyai anteridium dan arkegonium.





Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments