Klasifikasi Organisme Prokariotik

Pada artikel kali ini kami akan membahas sedikit tentang bakteri. Apakah kamu tahu tempat paling banyak ditemukan Bakteri? Walaupun kita tidak bisa melihat bakteri tanpa alat bantu tapi sebenarnya bakteri ada mana-mana yaitu, ditanah, makanan, wajah, usus, bahkan di gadgetmu sekalipun. Banyak orang yang berpendapat semua bakteri adalah penyebab penyakit atau pencemar makanan dan minuman kita. Namun, sebagian bakteri ada juga yang bermanfaat, dan hanya sedikit yang merugikan kita. Apa kamu mengetahui bakteri apa saja yang dapat dimanfaatkan?

Bakteri merupakan organisme yang inti selnya bersifat prokariotik, artinya organisme tersebut belum memiliki membran juga bermanfaat inti (kariotika). Inti sel organisme ini hanya berupa satu molekul bagi ADN. Kebanyakan anggotannya ini bersifat uniseluler.

A. Klasifikasi Prokariotik/Prokaryot

Istilah prokaryot berarti “sebelum” nukleus (dari bahasa Yunani) bukan berarti “tanpa” nukleus. (Frank B. Salisbury dan Cleon W Ross, 1995:3)
Prokaryot adalah organisme paling banyak yang ada di bumi, yang paling awal muncul, mereka adalah bentuk pertama dari kehidupan.

Prokaryot adalah organisme bersel tunggal yang tidak mempunyai membran nukleus. Prokaryot telah berevolusi menjadi beberapa bentuk, dan sekarang menjadi bagian dari setiap kehidupan di bumi. Mereka telah ditemukan di dasar samudra 9,6 km di bawah permukaan air dan di bagian Arctic dan Antartika.

bagian-bagian organisme prokariotik
Gambar organisme prokariotik
sumber: wiseGEEK
Tidak seperti organisme yang lain, prokaryot mempunyai sedikit perbedaan morfologi yang dapat digunakan untuk mengelompokkannya, prokaryot tidak bervariasi dalam ukuran dan bentuk. Secara tradisional telah dikelompokkan berdasarkan struktur, fisiologi, dan komposisi molekuler.
Prokaryot mempunyai beberapa ciri-ciri, yaitu:
1.  Tidak mempunyai membran nukleus.
2.  Mempunyai ribosom yang berbeda dengan eukaryot.
3.  Hampir semua prokaryot lebih kecil dari eukaryot yang paling kecil.
4.  Bersel tunggal (uniseluler).
Dengan membandingkan ribosom RNA, para ilmuwan telah menemukan bahwa ada 2 tipe yang berbeda dari prokaryot, yaitu: Archaeobacteria dan Eubacteria (bakteri).

B. Archaebacteria

 Dalam sistem klasifikasi pada sistem enam kingdom, Archaeobacteria termasuk dalam satu kingdom tersendiri. Yang termasuk Archaeobacteria, yaitu bakteri yang hidup di sumber air panas, di tempat berkadar garam tinggi, di tempat yang panas dan asam. Archaeobacteria termasuk kelompok prokariotik. Pertama kali diidentifikasikan pada tahun 1977 oleh Carl Woese dan George Fox. Ada tiga kelompok dari Archaeobacteria, yaitu methanogens, halophiles, dan thermophiles.
 1. Karakteristik yang dimilik oleh Archaebacteria antara lain:
a. sel penyusun tubuhnya bertipe prokariotik;
b.    memiliki simpleRNA polymerase;
c.    dinding sel bukan dari peptidoglikan;
d.    tidak memiliki membran nukleus dan tidak memiliki organel sel (mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, dan lisosom.)
e.    ARNt nya berupa metionin;
f.     sensitive terhadap toksin dipteri.
g.    Habitat di lingkungan bersuhu tinggi, bersalinitas tinggi, dan asam.
h.   Dapat diwarnai dengan pewarnaan Gram
i.Berukuran 0,1 Pm sampai 15 m, dan beberapa ada yang berbentuk filamen dengan panjang 200

2. Habitat Archaeobacteria 
Berdasarkan habitatnya Archaaebacteria dikelompokkan menjadi 3, yaitu kelompok methanogen, halofit ekstrim(suka garam) dan termo asidofil (suka panas dan asam)

. a. Methanogen
Methanogen ini hidupnya bersifat anaerob atau tidak memerlukan oksigen dan heterotrof, dapat menghasilkan methan (CH4), tempat hidupnya di lumpur, rawa-rawa, saluran pencernaan anai-anai (rayap), saluran pencernaan sapi, saluran pencernaan manusia dan lain-lain.
Contoh:
        Lachnospira multiparus, organisme ini mampu menyederhanakan pektin
        Ruminococcus albus, organisme ini mampu menghidrolisis selulosa
        Succumonas amylotica, memiliki kemampuan menguraikan amilum.
        Methanococcus janashii, penghasil gas methane

Halofit ekstrim
Sebagian besar mikroorganisme ini bersifat aerob heterotrof meskipun ada yang bersifat anaerob dan fotosintetik dengan pigmen yang dimilikinya berupa bakteriorodopsin.Habitat pada lingkungan berkadar garam tinggi, seperti di danau Great Salt (danau garam), Laut Mati, atau di dalam makanan yang bergaram.

b. Thermo asidofil
Thermoasidofil merupakan mikroorganisme kemoautotrof yang dapat memanfaatkan H2S sebagai sumber energi. Hidup di lingkungan panas (60 – 80)o C dan pH 2 – 4, habitat di sumber air panas seperti Sulfolobus di taman nasional Yellow stone atau kawah gunung berapi di dasar laut.

3. Bentuk Archaeobacteria
Archaeobacteria berukuran dari 0,1 m sampai 15 m, dan ada beberapa Archaeobacteria yang berbentuk filamen mencapai panjang 200 m.Bentuk Archaeobacteria bervariasi, seperti berbentuk bola, batang, spiral, cuping, dan empat persegi panjang. Bentuk-bentuk yang berbeda ini menunjukkan perbedaan tipe metabolismenya.
4. Klasifikasi Archaeobacteria
Menurut Woese, Kandler dan Wheelis, 1990, Archaeobacteria dibagi menjadi beberapa phylum, yaitu:
a.         Phylum Grenarchaeota
b.         Phylum Euryarchaeota
c.          Halobacteria
d.        Methanococci
e.         Methanophyri
f.           Archaeoglobi
g.         Thermococci
h.         Thermoplasmata
i.           Phylum Korarchaeota
j.           Phylum Nanoarchaeota


Previous
Next Post »