4 Macam Nilai Guna Barang Pemuas Kebutuhan


Setiap barang umumnya mempunyai manfaatnya tersendiri. Manfaat atau nilai guna suatu barang juga dapat disebut utilitas(utility). Salah satu cara meningkatkan nilai guna barang adalah dengan kegiatan produksi. Nilai guna suatu barang dapat ditingkatkan dengan diubah dari bahan mentah menjadi barang setengah jadi, dan kemudian diubah lagi menjadi barang jadi. Selain itu, juga ada hal lain yang dapat mengubah nilai guna suatu barang. Umumnya, nilai guna barang dapat digolongkan menjadi 4.
Macam Nilai Guna Barang Pemuas Kebutuhan
Kenapa gitar bekas artis lebih mahal daripada gitar biasa?
(gambar: https://www.freepik.com/free-photos-vectors/music)

Berikut 4 macam nilai guna suatu barang pemuas kebutuhan:
1. Nilai guna bentuk (Form utility)
Nilai guna bentuk adalah perbedaan nilai guna suatu barang akibat adanya perbedaan bentuk. Dengan adanya perbedaan nilai guna tersebut akan berpengaruh pula pada manfaat dan harga barang.
Contoh nilai guna bentuk barang:
a. Sebatang kayu akan memiliki nilai guna yang lebih tinggi jika diubah bentuknya menjadi kursi. Peningkatan nilai guna tersebut membuat harga kursi lebih mahal daripada harga kayu.
b. Gulungan kain  akan mempunyai nilai guna lebih tinggi jika dijadikan sebuah baju. Karena memiliki nilai guna lebih tinggi maka baju juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Berdasarkan kedua contoh diatas maka dapat dipahami bahwa kita dapat menambah nilai guna barang dengan cara mengubah bentuk barang tersebut.


 2. Nilai guna waktu (Time utility)
Nilai guna waktu adalah perbedaan nilai guna suatu barang akibat adanya perbedaan waktu atau dipakai pada waktu yang tepat.
Contoh nilai guna waktu barang:
a. Jas hujan akan lebih berguna pada saat musim hujan daripada saat musim panas.
b. Obat di saat kita sehat tentu kurang memiliki nilai guna dibandingkan dengan obat di saat kita sakit.
Berdasarkan kedua contoh diatas terlihat bahwa barang yang mempunyai bentuk sama dapat memiliki nilai guna yang berbeda dikarenakan adanya perbedaan waktu.

 3. Nilai guna tempat (Place utility)
Nilai guna tempat adalah perbedaan nilai guna suatu barang yang diakibatkan oleh adanya perbedaan tempat.
Contoh nilai guna tempat suatu barang:
a. Kapal akan memiliki nilai guna lebih ketika berada di lautan.
b. Air akan memiliki nilai guna lebih tinggi di daerah yang kekurangan air dibandingkan dengan di daerah yang banyak tersedia air.
Contoh perusahaan yang bergerak dalam bidang place utility adalah Perusahaan jasa angkutan. Perusahaan tersebut memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain sehingga mampu meningkatkan nilai guna barang tersebut.

4. Nilai guna kepemilikan (Ownership utility)
Nilai guna kepemilikan adalah perbedaan nilai guna suatu barang yang diakibatkan oleh adanya perbedaan kepemilikan.
Contoh nilai guna kepemilikan suatu barang:
Barang yang dimiliki artis terkenal dapat dilelang dengan harga yang tinggi. Meskipun kita memiliki barang yang sama, nilai jualnya akan berbeda. Mengapa bisa demikian? Bagi penggemarnya barang tersebut memiliki nilai guna yang tinggi yakni sebagai kebanggaan dan kenang-kenangan, juga agar mereka merasa dekat dengan artis idolanya. Sehingga para penggemarnya akan berlomba untuk mendapatkan barang tersebut dari sang idolanya meskipun harus membelinya dengan harga tinggi.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa barang yang bentuknya sama memiliki nilai guna yang berbeda karena adanya perbedaan kepemilikan.

Previous
Next Post »